Tayangan halaman minggu lalu

Jumat, 25 Juni 2010

EVOLUSI

Dulunya saya mempercayai adanya evolusi,namun setelah saya membaca dari beberapa informasi yang saya dapat saya menjadi tahu bahwa evolusi itu hanya sebuah dongeng belaka.Kalau saya hal ini seperti perumpamaan sebuah cerita tentang candi roro jonggrang.Pernahkah kalian berfikir sebenarnya Adanya Candi Rorojonggrang dengan cerita terjadinya Candi Rorojonggrang duluan mana?Kalau anda berpikir tentu saja duluan candinya,ya apa yang anda pikirkan sama halnya dengan apa yang saya pikirkan.Begitu juga dengan Evolusi.Evolusi hanyalah sebuah dongeng yang dibuat seolah-olah menyerupai nyata.Bagaimana mungkin,demikian informasinya:
A. Pengertian Evolusi
Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya. Biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.
Menurut pengertian evolusi, semua jenis makluk hidup sebenarnya berasal dari makhluk terendah. Sesuai dengan peredaran zaman dan perubahan geologi-astronomi terjadi perubahan berangsur pada makhluk hidup sampai terjadi makhluk yang sekarang ada. Berdasarkan pemikiran evolusi, manusia digolongkan sebagai hewan. Hewan sendiri mengalami tingkat perkembangan dan bentuk seperti makhluk terendah, mulai dari virus, bakteri, protozoa, cacing, ikan sampai pada mamalia. Evolusi pun sampai kini masih berlangsung. Bahkan dikira lebih cepat dikira prosesnya kini daripada masa purba.
Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid. Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera. Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus. Hominid ini ditemukan di Afrika. Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batu-batuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus. Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar daripada Homo habilis. Mereka sudah mamou membuat peralatan yang lebih halus dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan. Kemudian, Homo erctus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka punah daan digantikan Homo sapiens, manusia modern.



B. Prinsip Evolusi
1. Pada suatu saat evolusi terjadi lebih cepat dari yang lainnya. Bentuk-bentuk baru muncul dan bentuk lama punah.
2. Laju kecepatan evolusi tidak berlangsung sama pada tiap-tiap organisme yang berbeda. Umumnya evolusi mula-mula berlangsung cepat pada saat spesies baru muncul dan kemudian diperlambat apabila kelompoknya terbentuk.
3. Spesies baru bukan merupakan bentuk dari yang paling sempurna yang langsung hidup, tetapi berasal dari bentuk sederhana yang belum terspesialisasi.
4. Evolusi tidak selalu dari yang sederhana ke kompleks, ternyata banyak contoh ”evolusi regresif” yaitu dari bentuk kompleks menuju bentuk sederhana. Sebagai contoh adalah kasuari diturunkan dari burung bersayap yang dapat terbang kemudian berkembang menjadi kasuari yang tidak bersayap dan tidak dapat terbang.
5. Evolusi terjadi dalam populasi bukan dalam individu, oleh proses mutasi, reproduksi diferensial dan seleksi alam.
Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusi telah berakar sejak jaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin tentang evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas masyarakat sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Banyak hal dan pemikiran ahli lain yang mempengaruhi perkembangan teori Darwin, antara lain:
• Ekspedisi ke lautan Galapagos ditemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya.
• Geolog Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut kemungkinan mempengaruhi makhluk hidupnya. Pikiran ini juga didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.

C. Tantangan terhadap Teori Evolusi
Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut lebih lanjut semua spesies makhluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Teorinya akan ditentang banyak pihak. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama:
a) Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup “ilmiah”.
b) Kelompok “Creationist” yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh yang Maha Kuasa untuk tujuan tertentu.
c) Kelompok penganut filsafat “idealist” yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum “archetypes”. Goethe mengabstaksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.
Untuk para penentangnya dari dua kelompok pertama di atas Darwin cukup menandaskan bahwa keajaiban-keajaiban atau intervensi dari kekauatan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Melihat tantangan tersebut, maka terdapat orang yang mengasumsikan Teori Evolusi dari segi agama dan segi pengetahuan.
D. Tantangan dari Segi Agama
Semenjak awal, agama telah mengajarkan kebenaran penciptaan, yang dapat dipahami semua orang melalui penggunaan akal dan pengamatan pribadi. Semua agama samawi telah mengajarkan bahwa Allah menciptakan alam semesta dengan berfirman "Jadilah!", dan bahwa bekerjanya alam semesta secara sempurna tanpa cela merupakan bukti daya ciptaNya yang agung. Banyak ayat Al Qur'an juga mengungkapkan kebenaran ini. Misalnya, Allah mengungkapkan bagaimana Dia secara ajaib menciptakan alam semesta dari ketiadaan:
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah, 2: 117)
Allah juga mengungkapkan yang berikut:
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An'aam, 6: 73)

Awal penciptaan dituturkan di dalam al-Qur’an seara logis dan tegas, dengan menyatakan banyak fakta dalam penciptaan. Namun, seseorang yang membandingkan penjelasan tentang awal penciptaan seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an dan seperti yang disebutkan dalam Kitab Kejadian itu akan dengan mudah menyimpulkan bahwa kedua buku memiliki sumber yang sama namun al-Qur’an menjelaskannya secara logis dan ilmiah.
‘Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.’ (al-Mu’minun: 12-16)
Bila dilihat secara kasar, maka jelas dua konsep ini akan saling bertolak belakang bahkan cenderung saling mempersoalkan. Jika Darwin mengatakan bahwa manusia itu ada karena evolusi makhluk hidup lainnya yang lebih rendah. Maka al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa manusia adalah keturunan Adam dan Hawa yang diusir dari surga.
Sebagian mengatakan bahwa Darwin yang benar, teori Darwinlah yang masuk akal. Dan sebagian yang lain menjawabnya dengan mengatakan bahwa “al-Qur’an-lah yang benar, karena ini titah Tuhan, Tuhan Maha Besar dan Maha Kuasa, sehingga apa saja bisa dilakukan-Nya, tak terkecuali menciptakan Adam dari tanah liat dan Siti Hawa dari tulang rusuk kiri Adam. Sedangkan, teori evolusi gagal total ketika dibenturkan dengan kenyataan bahwa saat inipun makhluk-makhluk purba (semisal komodo, buaya, kura-kura) masih berkeliaran di muka bumi, bukankah jika merunut pada teori evolusi makhluk-makhluk ini harusnya sudah punah?”

Jadi, al-Qur’an menolak teori Evolutionary Creationism (penciptaan dengan cara evolusi). Sebaliknya, dapat ditemukan berbagai konstruksi dari sel-sel binatang dan manusia.
E. Menolak Evolusi Tidak Berarti Menolak Ilmu Pengetahuan
Jumlah Muslim yang percaya bahwa semua makhluk hidup muncul melalui evolusi tidaklah boleh diremehkan. Kesalahan mereka berdasarkan pada kurangnya pengetahuan serta berbagai sudut pandang yang keliru, khususnya yang terkait dengan berbagai masalah ilmu pengetahuan. Kesalahan yang utama adalah gagasan bahwa evolusi adalah fakta ilmiah dan sudah terbukti kebenarannya.
Orang seperti mereka tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan telah mengikis habis tingkat kebenaran teori evolusi. Baik di tingkat molekuler, atau pun dalam biologi dan paleontologi, penelitian telah membuktikan ketidak-absahan pernyataan makhluk hidup muncul sebagai hasil proses evolusi. Teori Darwin mampu bertahan, sekalipun bertentangan dengan kenyataan ilmiah, hanya karena para evolusionis melakukan segala hal yang mereka bisa, termasuk sengaja menyesatkan orang, agar teori itu tetap hidup. Tulisan dan ceramah mereka dipenuhi istilah ilmiah yang tidak dimengerti orang awam. Tetapi bila kata-kata mereka ditelaah, orang tidak dapat menemukan bukti untuk mendukung teori mereka.
Ketika Charles Darwin (1809-1882), pendiri teori ini, menelaah salah satu sistem rumit yang terdapat pada makhluk hidup, yakni mata, ia menyadari bahaya yang mengancam teorinya, dan ia bahkan mengakui bahwa memikirkan mata membuat sekujur tubuhnya menggigil. Seperti Darwin, para ilmuwan evolusionis masa kini tahu bahwa teori mereka tidak memiliki penjelasan tentang sistem rumit serupa itu. Namun, bukannya mengakui hal ini, mereka justru mencoba menutupi tiadanya bukti ilmiah, dengan cara menulis berbagai uraian khayal serta mencekokkan teori ini kepada masyarakat dengan memberinya sebuah topeng ilmiah.
Cara-cara ini tampak jelas dalam debat tatap muka antara kaum evolusionis dengan mereka yang meyakini penciptaan, maupun dalam tulisan dan film dokumenter evolusionis. Sebenarnya, kaum evolusionis tidak peduli pada hal-hal seperti kebenaran ilmiah atau akal sehat, karena sasaran tunggalnya adalah membuat orang yakin bahwa evolusi adalah kenyataan ilmiah.
Dengan cara demikian, kaum Muslimin pendukung evolusi termakan oleh citra teori ini yang katanya "ilmiah". Khususnya, mereka tertusuk oleh semboyan Darwinis, seperti: "Siapa pun yang tidak mempercayai teori evolusi artinya bersikap taklid (meyakini sesuatu secara buta) atau tidak ilmiah," dan karena itu memberikan ruang dalam keyakinan mereka yang sebenarnya. Karena terpengaruh keterangan usang atau tulisan dan pendapat evolusionis, mereka percaya bahwa hanya evolusi yang dapat menerangkan peristiwa munculnya kehidupan. Lalu mereka mencoba menyelaraskan agama dan evolusi, karena tidak mengetahui perkembangan ilmiah mutakhir maupun pertentangan dalam teori itu sendiri, serta tingkat keyakinan terhadap kebenaran teori tersebut yang telah lenyap.
Akan tetapi, menimbang bahwa evolusi bertentangan 180 derajat dengan penciptaan, membuktikan kebenaran yang satu akan berarti menggugurkan yang lainnya. Dengan kata lain, menggugurkan evolusi berarti membuktikan penciptaan.
Karena alasan-alasan ini, kaum materialis memandang debat tentang evolusi sebagai sejenis medan perang, semacam perang terbuka antar paham pemikiran, dan bukan sebagai masalah ilmiah. Jadi, kaum materialis melakukan semua cara yang mungkin untuk menghalangi mereka yang meyakini paham penciptaan.
Kaum Muslimin yang mempertahankan evolusi harus menyadari hal ini. Darwinisme bukan sebuah pandangan ilmiah; melainkan sebuah sistem berpikir yang dirancang untuk menggiring orang mengingkari Allah. Karena teori ini tidak berlandasan ilmiah, seorang Muslim tidak boleh membiarkan diri disesatkan oleh berbagai pendapat dalam teori ini, dan lalu memberikan dukungan, setulus apa pun niatnya.







Lebih lagi, evolusi tidaklah diterima oleh seluruh masyarakat ilmiah, seperti yang diupayakan oleh para pendukungnya agar diyakini orang. Selama 20-30 tahun terakhir, jumlah ilmuwan yang menolaknya telah meningkat secara luar biasa. Kebanyakan dari mereka meninggalkan kepercayaan buta kepada Darwinisme, sesudah melihat rancangan yang tanpa cacat di alam semesta dan dalam makhluk hidup. Mereka telah menerbitkan karya tulis yang tak terhitung jumlahnya, yang membuktikan ketidak-absahan teori itu. Lebih penting lagi, mereka merupakan anggota berbagai perguruan tinggi terkemuka di seantero dunia, khususnya Amerika Serikat dan Eropa, dan pakar serta peneliti karir dalam bidang biologi, biokimia, mikrobiologi, anatomi, paleontologi, dan bidang ilmu lainnya.3 Karena itu, sangat keliru berkata bahwa jumlah terbanyak dalam masyarakat ilmiah mempercayai evolusi.
Karena itu, tidak akan bermakna apa-apa, sekalipun jika kaum evolusionis sungguh menjadi jumlah terbanyak. Tidak ada pandangan mayoritas yang sepenuhnya benar hanya karena itu pandangan mayoritas. Kaum Muslimin yang mempercayai evolusi perlu tahu bahwa Al Qur'an membahas masalah ini ketika menceritakan nasib banyak masyarakat zaman dahulu, yang berpandangan serupa, dan akhirnya mengingkari Allah dan agamaNya dengan cara membiarkan diri tersesat dari jalan yang lurus. Allah memperingatkan kaum mukmin agar tidak mengikuti orang-orang yang penuh tipu-daya demikian, dan mengabarkan kepada umat manusia bahwa berjalan bersama jumlah terbanyak, atau mayoritas, bisa mengakibatkan manusia tergiring ke arah kesalahan yang mengerikan:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al An'aam, 6: 116)















Kesimpulan
Ilmuwan yang mendukung teori Penciptaan sudah mengeluarkan bukti dan fakta yang cukup panjang lebar. Mengenai teori evolusi sendiri, teori Evolusi mengalami pertentangan dengan isi yang tertulis di dalam Al-Quran maupun Al-Kitab serta Taurat yang terlebih dahulu dibuat sebelum munculnya teori Evolusi. Oleh sebab itu, para kaum ilmuwan yang beragama dan mempercayai kitab diatas tidak menyetujui teori Evolusi.
Teori Evolusi Darwin bersifat materialis dan juga dibuat oleh seorang atheis. Mereka mengatakan, bahwa pengetahuan harus didasari keimanan kepada Tuhan. Sehingga muncul pepatah seperti “pengetahuan tanpa agama adalah cacat”. Mereka mengatakan bahwa harus ada keterkaitan antara agama dengan ilmu pengetahuan.
Manusia adalah manusia dengan segala potensialitasnya. Ia dapat memilih hendak mendayagunakan potensialitas itu dan kemudian menyempurnakan diri menjadi hamba Tuhan yang sebenarnya. Atau mengabaikan potensialitas itu dengan menuruti hawa nafsu dalam dirinya.
Saran
Segala bentuk ilmu pengetahuan harus dilandasi dengan Al-Qur`an.Karena ilmu itu akan cacat jika tidak dilandasi dengan Al-Qur`an.Dan pengetahuan yang bertentangan dengan ilmu agama tidak diakui kebenarannya.

Strategi Pembelajaran Menyimak-Berbicara

STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK—BERBICARA
I. Pendahuluan
Di dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa yang menjadi sasaran pokok, yaitu menyimak, berbicara, menuliS, dan membaca. Keterampilan menyimak dan berbicara dikategorikan dalam keterampilan berbahasa lisan, sedangkan keterampilan menulis dan membaca dikategorikan dalam keterampilan berbahasa tulis.
Menyimak dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang amat fungsional dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan keterampilan menyimak dan berbicara kita dapat memperoleh dan menyampaikan informasi. Kegiatan menyimak dan berbicara tidak dapat dipisahkan. Oleh sebab itu, siswa dituntut untuk mampu menyimak dan berbicara dengan baik.
Agar pembelajaran berbahasa lisan memperoleh hasil yang baik, strategi pembelajaran yang digunakan guru harus memenuhi kriteria berikut.
1) Relevan dengan tujuan pembelajaran
2) Menantang dan merangsang siswa untuk belajar
3) Mengembangkan kreativitas siswa secara individual ataupun kelompok.
4) Memudahkan siswa memahami materi pelajaran
5) Mengarahkan aktivitas belajar siswa kepada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
6) Mudah diterapkan dan tidak menuntut disediakannya peralatan yang rumit.
7) Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.
Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk SD, dapatlah dikemukakan beberapa strategi pembelajaran berbahasa lisan sebagai berikut.
1) Simak – Kerjakan
Model ucapan guru berisi kalimat perintah. Siswa mereaksi atas perintah guru. Reaksi siswa itu berbentuk perbuatan.
2) Simak – Terka
Guru mempersiapkan deskripsi sesuatu benda tanpa menyebut nama bendanya. Deskripsi itu disampaikan secara lisan kepada siswa. Kemudian siswa diminta menerka nama benda itu.
3) Simak –Berantai
Guru membisikkan suatu pesan kepada seorang siswa. Siswa tersebut membisikkan pesan itu kepada siswa kedua. Siswa kedua membisikkan pesan itu kepada siswa ketiga. Begir\tu seterusnya. Siswa trerakhir menyebuitkan pesan itu dengan suara jelas di depan kelas. Guru memeriksa apakah pesan itu benar-benar sampai pada siswa terakhir atau tidak.
4) Identifikasi Kalimat Topik
Guru membacakan sebuah paragraf lalu siswa menuliskan kalimat topiknya
5) Pemberian Petunjuk
Teknik pemberian petunjuk ini dilakukan dengan cara guru memberikan sevuah petunjuk, seperti petunjuk mengerjakan sesuatu, petunjuk mengenai arah atau letak suatu tempat yang memerlukan sejumlah persyaratan. Petunjuk harus jelas, singkat, dan tepat. Pemberi petunjuk ini dapat dilakukan oleh guru kepada murid atau sesama murid.
6) Bermain Peran
Bermain peran adalah simulasi tingkah laku dari orang yang diperankan. Tujuannya adalah (1) melatih siswa untuk menghadapi situasi yang sebenarnya, (2) melatih praktik berbahasa lisan secara intensif, dan (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya berkomunikasi.
Dalam bermain peran, siswa bertindak, berlaku, dan berbahasa seperti orang yang diperankannya. Dari segi bahasa berarti siswa harus mengenal dan dapat menggunakan ragam-ragam bahasa yang sesuai.
7) Dramatisasi
Dramatisasi atau bermain drama adalah kegiatan mementaskan lakon atau cerita. Biasanya cerita yang dilakonkan sudah dalam bentuk drama. Guru dan siswa terlebih dahulu harus mempersiapkan naskah atau skenario, perilaku, dan perlengkapan. Bermain drama lebih kompleks daripada bermain peran. Melalui dramatisasi, siswa dilatih untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam bentuk bahasa lisan
√ Pengertian Strategi Pembelajaran Bahasa
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, strategi bermakna sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Strategi dapat diartikan pula sebagai upaya untuk mensiasati agar tujuan suatu kegiatan dapat tercapai.
Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran adalah menguasai berbagai metoda/teknik pembelajaran. ciri suatu metoda/teknik pembelajaran yang baik adalah :
a. mengundang rasa ingin tahu murid;
b. menantang murid untuk belajar;
c. memngaktifkan mental, fisik, dan psikis murid;
d. memudahkan guru;
e. mengembangkan kreativitas murid;
f. mengembangkan pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari.
Penyimak yang baik apabila individu mampu menggunakan waktu ekstra untuk mengaktifkan pikiran pada saat menyimak. Ketika para siswa menyimak, perhatiannya tertuju pada objek bahan simakan. Pada saat itulah akan didapatkan proses menyimak yang efektif, menyimak yang lemah, dan menyimak yang kuat, sebagaimana dikemukakan oleh Campbell, dkk (2006:16) pada tabel berikut ini.
Tabel : Menyimak yang Efektif
Menyimak yang Efektif Menyimak yang Lemah Menyimak yang Kuat
1. Temukan beberapa area minat Menghilangkan pelajaran yang “kering” Menggunakan peluang dengan bertanya “Apa isinya untuk saya?”
2. Nilailah isinya, bukan penyampaiannya Menghilangkannya jika penyampaiannya jelek Menilai isi, melewati kesalahan-kesalahan penyampaian
3. Tahanlah semangat Anda Cenderung berargumen Menyembunyikan penilaian sampai paham
4. Dengarkan ide-ide Menyimak kenyataan Menyimak tema inti
5. Bersikap fleksibel Membuat catatan intensif dengan memakai hanya satu sistem Membuat catatan lebih banyak. Memakai 4-5 sistem berbeda tergantung pembicara
6. Bekerjalah saat menyimak Pura-pura menyimak Bekerja keras, menunjukkan keadaan tubuh yang aktif
7. Menahan gangguan Mudah tergoda Berjuang/menghindari gangguan, toleransi pada kegiatan-kegiatan jelek, tahu cara berkonsentrasi
8. Latihlah pikiran anda Menahan bahan yang sulit, mencari bahan yang sederhana Menggunakan bahan yang padat untuk melatih pikiran
9. Bukalah pikiran anda Setuju dengan informasi jika mendukung ide-ide yang terbentuk sebelumnya Mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda sebelum membentuk pendapat.
10. Tulislah dengan huruf besar tentang fakta karena berpikir lebih cepat daripada berbicara Cenderung melamun bersama dengan pembicara yang lemah Menantang, mengantisipasi, merangkum, menimbang bukti, mendengar apa yang tersirat.
II. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN MENYIMAK—BERBICARA
Langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas tinggi dalam keterampilan menyimak berbicara berdasarkan strateginya adalah sebagai berikut :
¨ STRATEGI MENYIMAK DAN BERPIKIR LANGSUNG MBL / DLTA (Direct Listening Thinking Activities)
• Pra Simak
Persiapan Menyimak :
1. Pada tahap ini guru memberitahukan judul cerita yang akan disimak, misalnya “Saat Sendirian di Rumah”.
2. Berdasarkan judul teresbut guru menanyakan kepada siswa misalnya: “Bagaimana seandainya malam hari sendirian di rumah?”
3. Untuk membangkitkan imajinasi siswa guru bisa menunjukkan gambar rumah yang gelap.
4. Selanjutnya guru mengajukan pertanyaan Apa kira-kira isi cerita yang akan dibacakan, apa yang kira-kira menarik dari cerita itu, bagaimana seandainya peristiwa itu terjadi pada kalian? Dan sebagainya.
• Saat Simak
Guru Membaca Nyaring :
1. Guru membacakan cerita dengan suara nyaring secara menarik dan hidup
2. Pada bagian tertentu yang dianggap memiliki hubungan dengan prediksi dan tujuan pembelajaran, guru menghentikan pembacaan dan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Misalnya : “Apa kesimpulan yang kalian peroleh, apa yang terjadi kemudian, apa yang terjadi selanjutnya dsb.”
3. Setelah tanya jawab dianggap cukup, guru melanjutkan membacakan lagi. Dan mengulangi langkah di poin kedua sampai cerita selesai.
• Pasca Simak
Refleksi :
1. Guru mengakhiri pembacaan cerita
2. selanjutnya guru meminta siswa untuk mengemukakan kembali isi cerita dan guru meminta pendapat siswa tentang unsur-unsur cerita, misalnya tentang watak tokoh, tentang alur, seting dan sebagainya secara lisan. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menunjuk siswa maju ke depan untuk menceritakan kembali cerita yang telah dibacakan guru secara bergantian
¨ STRATEGI PERTANYAAN JAWABAN (PJ)
• Pra Simak
1. Guru mengemukakan judul bahan simakan
2. Guru mengajukan pertanyaan berkenaan dengan isi simakan yang akan dibicarakan
• Saat Simak
1. Guru membacakan materi simakan. Pembacaan dapat dilakukan perbagian dengan diselingi pertanyaan atau dibacakan secara keseluruhan secara langsung
• Pasca Simak
1. Guru membacakan materi simakan. Pembacaan dapat dilakukan perbagian dengan diselingi pertanyaan atau dibacakan secara keseluruhan secara langsung
2. Setelah materi simakan selesai dibacakan guru memberi kesempatan kepada siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami.
3. Guru mengadakan tanya-jawab dengan siswa.
4. Siswa mengemukakan kembali informasi yang telah diperoleh, (bisa secara tertulis atau lisan).
¨ STRATEGI KEGIATAN MENYIMAK SECARA LANGSUNG/KML ATAU DLA (DIRECT LISTENING ACTIVITIES)
• Pra Simak
1. Guru mengemukakan tujuan pembelajaran, membacakan judul teks simakan, bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan judul bahan simakan sebagai upaya untuk pembangkitan skemata siswa. Selanjutnya guru mengemukakan hal-hal pokok yang perlu dipahami siswa dalam menyimak
• Saat Simak
1. Guru meminta siswa mendengarkan materi simakan yang dibacakan oleh guru.
• Pasca Simak
1. Guru melakukan tanya jawab tentang isi simakan. Pertanyaan tidak selalu harus diikat oleh pertanyaan yang terdapat dalam buku. Guru hendaknya menambahkan pertanyaan yang dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa atau masalah lain yang aktual.
2. Guru memberikan latihan/tugas/kegiatan lain yang berfungsi untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam menyimak.

Kamis, 08 April 2010

RPP CTL

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

Satuan Pendidikan      : Sekolah Dasar

Kelas/ Semester            : IV/ I

Alokasi waktu             : 1 x 35 menit

I.                   Standar Kompetensi

Memahami gaya dapat mengubah gerak dan atau bentuk  suatu benda

 

II.                Kompetensi Dasar

Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya(dorongan dan tarikan) dapat mengubah gerak suatu benda

 

III.             Indikator

1.      Menyebutkan bentuk gaya

2.      Mendemonstrasikan bahwa gaya dapat menyebabkan terjadinya perubahan gerak suatu benda

3.      Membedakan macam – macam gaya berdasarkan sumber tenaga

4.      Menyebutkan contoh peristiwa dalam kehidupan sehari – hari yang menunjukkan macam – macam gaya berdasarkan sumber tenaga

 

IV.             Tujuan Pembelajaran

1.      Siswa dapat menyebutkan bentuk – bentuk gaya berdasarkan sumber tenaganya melalui percobaan

2.      Siswa mampu mendemontrasikan bahwa gaya dapat menyebabkan terjadinya perubahan gerak suatu benda melalui percobaan

3.      Siswa dapat membedakan macam – macam gaya berdasarkan sumber tenaga dengan tepat setelah mendapat penjelasan dari guru.

 

 

V.                Materi Ajar

Gaya dapat mengubah gerak benda

(Lampiran)

 

VI.             Model dan Metode Pembelajaran

Model        : Pembelajaran kontekstual(CTL)

Metode      : -    Ceramah

-          Diskusi

-          Demonstrasi

-          Tanya jawab

 

VII.          Media Pembelajaran

-          Kursi

-          Cermin

-          Kapur tulis

-          Papan tulis

-          Paku

-          Kayu

-          Magnet

-          Bola pingpong

-          Kipas angin

 

VIII.       Kegiatan Pembelajaran

-                                               Kegiatan awal pembelajaran

1.      Guru mengkondisikan siswa siap menerima pembelajaran

2.      Salam dan berdo’a bersama yang dipimpin oleh ketua kelas

3.      Guru mengabsensi siswa

4.      Guru memotivasi siswa dan melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai hal – hal yang berkenaan dengan materi pembelajaran

-                                               Kegiatan inti pembelajaran

1.      Guru memberikan penjelasan tentang pengertian gaya

2.      Guru memberikan contoh peristiwa yang berkaitan dengan percobaan gaya gravitasi

3.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara heterogen dan membagikan LKS

4.      Siswa mengambil alat dan bahan percobaan yang telah disediakan oleh guru

5.      Siswa melakukan percobaan dengan berpedoman pada LKS

6.      Perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan hasil percobaan sesuai dengan petunjuk guru

7.      Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi hasil demonstasi dari kelompok yang maju

8.      Guru mengadakan tanya jawab mengenai hasil demontrasi

9.      Guru bersama siswa membahas hasil percobaan yang telah dilakukan

-                                               Kegiatan akhir pembelajaran

1.        Guru mengadakan tanya jawab kepada siswa mengenai materi yang telah dipelajari

2.        Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari

3.        Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa

4.        Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk mengerjakan PR dengan baik dan rajin belajar

5.        Guru menutup pelajaran dan mengucapkan salam

 

IX.             Sumber Belajar

-                                               Buku ajar made in kelompok 1

-       Sulistyanto Heri, Edy wiloyo.2008. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV.Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan  Nasional

 

 

 

X.                Penilaian

-                                               Jenis penilaian:

1. Jenis Penilaian  : tulis dan lisan

2. Bentuk Tes      : Tes subyektif dan obyektif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Surabaya, 28-10-2009

 

Guru Kelas

 

 

Ardila Hadi S

NIP. 071644048

 

 

Mengetahui,

 

Kepala Sekolah    

 

 

 

Arfi Alhadiza

NIP. 071644220

 
 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                                               

LAMPIRAN

1.    Lampiran  Materi

*      Untuk bergerak semua benda memerlukan gaya

*      Gaya adalah tarikan / dorongan yang dapat menyebabkan perubahan keadaan suatu benda

*      Faktor yang mempengaruhi gerak benda yaitu gravitasi bumi, gaya gesek benda, dorongan,tarikan

*      Setiap gaya yang dilakukan memerlukan tenaga

*      Berdasarkan sumber tenaga yang diperlukan, gaya dibedakan menjdai lima, yaitu gaya gesek, gaya magnet, gaya otot,gaya  gravitasi , dan gaya listrik.

*      Gravitasi menyebabkan benda jatuh ke bawah

*      Gerak benda yang terjadi karena dorongan atau tarikan dipengaruhi oleh permukaan tempat benda bergerak. Makin kasar permukaan benda gaya geseknya semakin besar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.  Lampiran LKS + Jawaban

LEMBAR KEGIATAN SISWA

Percobaan 1

GAYA OTOT

MASALAH

Apa yang terjadi jika kamu mendorong sebuah kursi?  Apakah yang terjadi setelah sebuah kursi itu kamu dorong?

Masalah ini akan kita buktikan melalui percobaan berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

Kursi

Alat tulis

LANGKAH-LANGKAH

  1. Letakkan sebuah kursi di lantai yang datar kemudian doronglah kursi tersebut dengan menggunakan tanganmu!
  2. Amati apa yang terjadi pada kursi apabila dilihat dari kedudukan awalnya sebelum diberi dorongan!
  3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini!

 

PERTANYAAN

Berdasarkan kegiatanmu, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apakah kursi mengalami perpindahan setelah kita memberikan dorongan?
  2.  Jelaskan mengapa hal itu terjadi?

KESIMPULAN

Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, kesimpulan apa yang dapat kamu ambil?

LEMBAR KEGIATAN SISWA

Percobaan 2

GAYA GESEK ANTARA DUA BENDA

MASALAH

Apakah kamu pernah menulis dengan menggunakan kapur pada kaca?  Apakah perbedaannya jika kita menulis dengan menggunakan kapur pada papan tulis?

Masalah ini akan kita buktikan melalui percobaan berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

Kapur (secukupnya)

Kaca/cermin

Papan tulis

LANGKAH-LANGKAH

  1. Siapkan alat dan bahan yang telah ditentukukan!
  2. Menulis di cermin

     

    Menulis di papan tulis

     
    Mulailah menulis (angka 25) pada kaca, kemudian lanjutkan dengan menulis (angka 25) pada papan!
  3. Amatilah perbedaan yang terjadi!
  4. Masukkan hasil pengamatanmu pada

tabel hasil pengamatan!

  1. Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini!

 

 

 

 

 

DATA HASIL PENGAMATAN

No.

Benda

Tulisan yang Tampak

Keterangan

1.

Kaca/cermin

 

 

2.

Papan tulis

 

 

* pada kolom “keterangan”, tuliskan permukaan benda apakah kasar/halus!

PERTANYAAN

Berdasarkan kegiatanmu, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Gaya apakah yang bekerja pada saat kita menulis di papan atau di cermin?
  2. Adakah perbedaan jika kita menulis kapur di papan dengan di cermin?
  3. Jika terdapat perbedaan, berikan alasanmu apakah faktor penyebabnya?

 

KESIMPULAN

Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, kesimpulan apa yang dapat kamu ambil?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KEGIATAN SISWA

 

Percobaan 3

GAYA MAGNET

MASALAH

Pernahkah kamu bermain magnet?  Apakah magnet tersebut bisa menarik semua jenis benda?

Masalah ini akan kita buktikan melalui percobaan berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

Magnet

Paku

Potongan kayu/sapu lidi                                                                                             

LANGKAH-LANGKAH

  1. Letakkan paku pada meja kemudian dekatkan magnet pada paku!
  2. Amatilah apa yang terjadi pada paku!
  3. Letakkan potongan kayu pada meja kemudian dekatkan magnet pada kayu!
  4. Amatilah apa yang terjadi pada kayu!
  5. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan!
  6. Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini!

 

 

 

 

TABEL HASIL PENGAMATAN

No.

Benda

Keterangan

(Tertarik/Tidak Tertarik)

1.

Paku

 

2.

Potongan kayu

 

 

 

PERTANYAAN

Berdasarkan kegiatanmu, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Benda apakah yang dapat ditarik oleh magnet?
  2. Apakah semua benda dapat ditarik oleh magnet?
  3. Jelaskan pengertian Gaya Magnet!

 

KESIMPULAN

Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, kesimpulan apa yang dapat kamu ambil?

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KEGIATAN SISWA

 

Percobaan 4

GAYA GRAVITASI

MASALAH

Pernahkah kamu melihat buah yang jatuh dari atas pohon?  Tahukah kamu mengapa setiap benda yang di lempar ke atas akan tetap kembali ke bawah?

Masalah ini akan kita buktikan melalui percobaan berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

Bola pimpong/ bola sepak

LANGKAH-LANGKAH

  1. Peganglah bola pimpong/ bola sepak kemudian jatuhkan bola tersebut!
  2. Lemparlah bola pimpong/ bola sepak ke atas!
  3. Amatilah yang terjadi!
  4. Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini!

 

PERTANYAAN

Berdasarkan kegiatanmu, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apakah yang terjadi saat kamu menjatuhkan bola dan melempar bola ke atas?
  2. Gaya apakah yang bekerja pada kegiatan ini? Jelaskan!

 

KESIMPULAN

Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, kesimpulan apa yang dapat kamu ambil?

 

LEMBAR KEGIATAN SISWA

Percobaan 5

GAYA LISTRIK

MASALAH

Tahukah kamu energi apakah yang menyebabkan baling – baling kipas angin dapat bergerak?

Masalah ini akan kita buktikan melalui percobaan berikut ini.

ALAT DAN BAHAN

Kipas angin                                                                                        

LANGKAH-LANGKAH

  1. Colokkanlah kipas angin ke stop kontak!
  2. Amati perubahan pada kipas angin!

 

PERTANYAAN

Berdasarkan kegiatanmu, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Perubahan apa yang terjadi pada kipas angin sebelum dan setelah di masukkan ke stop kontak ?
  1.  Jelaskan mengapa hal itu terjadi?

 

KESIMPULAN

Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, kesimpulan apa yang dapat kamu ambil?

 

 

 

KUNCI JAWABAN

LEMBAR KEGIATAN SISWA

 

Percobaan 1

GAYA OTOT

  1.  Apakah kursi mengalami perpindahan setelah kita memberikan dorongan? Iya, kursi mengalami perpindahan
  2.  Jelaskan mengapa hal itu terjadi? Hal ini terjadi karena adanya gaya otot yang kita berikan kepada kursi yaitu berupa dorongan.

 

Kesimpulan

Gaya otot merupakan gaya yang dihasilkan oleh tenaga otot. Gaya otot yang kita berikan pada suatu benda dapat memindah benda tersebut dari posisi awal benda.

 

Percobaan 2

GAYA GESEK ANTARA DUA BENDA

DATA HASIL PENGAMATAN

No.

Benda

Tulisan yang Tampak

Keterangan

1.

Kaca/cermin

Tidak jelas

Halus

2.

Papan tulis

Jelas

Kasar

* pada kolom “keterangan”, tuliskan permukaan benda apakah kasar/halus

  1. Gaya apakah yang bekerja pada saat kita menulis di papan atau di cermin? Gaya gesek
  2. Adakah perbedaan jika kita menulis kapur di papan dengan di cermin? Ada perbedaan
  3. Jika terdapat perbedaan, berikan alasanmu apakah faktor penyebabnya? Perbedaannya adalah jika kita menulis di papan maka tulisannya akan tampak jelas, jika kita menulis di cermin/kaca tulisannya kurang jelas. Faktor penyebabnya adalah permukaan benda. Pada papan tulis permukaannya kasar, sedangkan pada cermin/kaca permukaannya halus.

KESIMPULAN

Gaya gesek merupakan gaya yang terjadi karena bersentuhannya dua permukaan benda. Semakin kasar permukaan benda, maka gaya gesek yang timbul/yang dihasilkan semakin besar

Percobaan 3

GAYA MAGNET

TABEL HASIL PENGAMATAN

No.

Benda

Keterangan

(Tertarik/Tidak Tertarik)

1.

Paku

Tertarik

2.

Potongan kayu

Tidak tertarik

 

  1. Benda apakah yang dapat ditarik oleh magnet (paku/potongan kayu)?

paku

  1. Apakah semua benda dapat ditarik oleh magnet?

Tidak

  1. Jelaskan pengertian Gaya Magnet!

Gaya magnet merupakan gaya yang ditimbulkan oleh tarikan atau dorongan dari magnet.

 

 

KESIMPULAN

Gaya magnet merupakan gaya yang ditimbulkan oleh tarikan atau dorongan dari magnet. Tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet. Contoh benda yang dapat ditarik oleh magnet adalah paku/benda-benda yang terbuat dari besi.

Percobaan 4

GAYA GRAVITASI

  1. Apakah yang terjadi saat kamu menjatuhkan bola dan melempar bola ke atas? Bola akan tetap terjatuh ke bawah.
  2. Gaya apakah yang bekerja pada kegiatan ini? Jelaskan! Gaya gravitasi yaitu gaya yang ditimbulkan oleh tarikan bumi.

KESIMPULAN

Gaya gravitasi merupakan gaya yang ditimbulkan oleh tarikan bumi. Semua benda yang dilempar ke atas akan tetap kembali ke bawah karena pengaruh gravitasi bumi

 

Percobaan 5

GAYA LISTRIK

  1. Perubahan apa yang terjadi pada kipas angin sebelum dan setelah di masukkan ke stop kontak ? baling – baling bambu jadi bergerak
  2.  Jelaskan mengapa hal itu terjadi? Hal itu terjadi karena kipas angin dihubungkan dengan sumber energi listrik.

KESIMPULAN

Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, kesimpulan apa yang dapat kamu ambil?

Gaya listrik dapat menyebabkan benda bergerak karena adanyaaliran  muatan listrik.

 

 

III.   Lampiran Evaluasi + Jawaban

A.    Berilah tanda silang (x) pada huruf a. b, c, atau d di depan jawaban yang benar!

1.      Dalam sains dorongan atau tarikan yang dikenakan pada suatu benda dikenal dengan sebutan……..  

a. Gaya                                                      c. usaha

b.      Kerja                                                    d. gerak

2.      Gerakan kelereng yang menggelinding di lantai dasar, makin lama makin lambat, dan akhirnya  berhenti. Hal ini terjadi akibat bekerjanya gaya…….

a.      Otot                                                     c. pegas

b.      Gravitasi                                              d. gesek

3.      Untuk mengangkat air yang terikat pada tali yang ada di sumur, maka diperlukan gaya…….

a.      Tarik                                                    c. pegas

b.      Dorong                                                            d. gesekan

4.   Gaya yang terjadi Karena bersentuhannya dua permkaan benda disebut gaya.....

a.      Otot                                                     c. tarik

b.      Gesek                                                  d. magnet

5.      Jatuhnya buah dengan sendirinya dari atas pohon disebabkan karena adanya gaya…..

a.      Gravitasi bumi                                     c. otot

b.      Gesekan                                               d. listrik

6.      Rem yang terdapat pad sepeda menggunakan prinsip kerja dari gaya......

a.      Gesekan                                               c. dorongan

b.      Gravitasi                                              d. magnet

7.      Bergeraknya mobil dan motor karena adanya sumber listrik berupa aki erupakan contoh gaya…….

a.      Magnet                                                           c. dorong

b.      Gesekan                                               d. listrik

8.      Berikut inimerupakan factor yang tidakmempengaruhi gerak suatu benda adalah ……

a.      Gravitasi bumi                                     c. suhu

b.      Tarikan                                                d. dorongan

9.      Untuk melalakukan gaya pada suatu benda diperlukan …….

a.      Gerak                                                   c. daya

b.      Tenaga                                                 d. kecepatan

10.  Gaya yang bekerja pada sebuah benda selain mempengaruhi gerak benda juga mengubah ……..

a.      Bentuk benda                                      c. Isi benda

b.      Jarak benda                                         d. Warna benda

 

 

B.    Isilah titik – titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan benar!

1.   Pada saat bergerak semua benda memerlukan………

2.   Gaya yang bekerja pada suatu benda dapat berupa……..dan…….

3.   Apabila kita melempar bola ke atas maka bola tersebut akan kembali kebawah. Hal ini disebabkankarena adanya pengaruh gaya ……

4.      Makin kasar permukaan sutu benda maka gaya geseknya akan semakin……

5.      Gaya otot, gaya gesek, gaya listrik, gaya magnet, dan gaya gravitasi merupakan pengelompokan gaya berdasarkan pada…..

 

 

C.    Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!

1.      Jelaskan dengan menggunakan contoh bahwa gaya dapat merubah gerak suatu benda?

2.      Sebutkan jenis – jenis gaya berdasarkan sumber tenaga dari gaya tersebut?

3.      Jelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi gerak suatu benda?

4.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan gaya gravitasi dan berikan contohnya?

5.      Pada saat akan dilakukan pengereman, ban sepeda dapat berhenti.Apa yang menyebabkan ban sepeda dapat berhenti? Jelaskan alasanmu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunci jawaban evaluasi

A.    1. A

2. B

3. A

4. B

5. A

6. A

7. D

8. C

9. A

10. A

 

B.     1. Gaya

2. dorongan atau tarikan

3. gaya gravitasi

4. besar

5. sumber tenaga

 

C.  1. Kursi yang semula diam setelah mendapatkan dorongan kedudukannya akan berubah

hal ini menunjukkan bahwa perubahan kedudukan kursi dipengaruhi oleh gaya otot.

            2. gaya sentuh dan gaya medan

     3. Faktor yang mempengaruhi gerak benda

    *Gaya gravitasai bumi

    Gaya ini menyebabkan semua benda jatuh ke tanah

    *Gaya gesek benda,dorongan, tarikan

    Gaya gesek terjadi jika dua buah permukaan benda saling bersentuhan

 

4. Gaya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan oleh tarikan bumi

     Contoh : jatuhnya buah dari atas pohon dengan sendirinya.

5. karena pada saat akan berhenti karet rem pada sepeda akan bersentuhan   dengan pelek sepeda sehingga terjadi gesekan yang menyebabkan sepeda dapat berhenti ketika dilakukan pengereman.